Sebanyak empat siswa peneliti dari Madura dipanggil ke Jakarta sebagai finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024. Keempatnya merupakan pelajar asal kota keris kabupaten Sumenep. Tergabung ke dalam dua tim peneliti pelajar tingkat SMA.

Mereka adalah Muhammad Faruq Ubaydillah, Ryata Mulia Isyana. Juga, Anggel Fazila Nisa dan Aninda Felicia Putri. Semuanya merupakan pelajar aktif, dan duduk belajar di bangku SMAN 1 Sumenep kelas XI dan XII. Merupakan penyuka kegiatan riset dan tergabung dalam tim riset SMAN 1 Sumenep.

Mereka dipanggil datang ke Jakarta sebagai finalis dari ribuan naskah penelitian yang masuk. Berangkat ke Jakarta berdasar surat yang dibagikan secara daring. Surat berkop Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Badan Pengembangan Talenta Indonesia dengan nomor 1690/J7.1/PN.00/2024. Surat tersebut berperihal Pemanggilan Peserta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia Tingkat Nasional.

Empat siswa peneliti muda asal SMAN 1 Sumenep yang tergabung dalam 2 tim itu berada di Jakarta mulai hari hari Minggu – Sabtu, tanggal 3 – 9 November 202. Mereka akan memamerkan proses penelitian yang dilakukan di stan yang telah disediakan oleh panitia. Selain pameran, kedua tim peneliti wajib mempresentasikan penelitian yang dilakukan dihadapan peneliti senior bergelar profesor.

Kegiatan pameran dan presentasi akan dinilai oleh panitia melalui tim penilai (tim juri). Di akhir acara, panitia melalui keputusan tim penilai menetapkan juara sekaligus penyerahan hadiah dan tropi. Prosesi pengumuman juara akan dilaksanakan di acara Penutupan dan Penganugerahan Pemenang OPSI tahun 2024 pada hari Jumat (8/11) pukul 13:30 wib. Seluruh rangkaian acara termasuk penginapan peserta ditempatkan di hotel Novotel Jakarta Mangga Dua Square
Jl. Gn. Sahari No.1, Ancol, Kec. Pademangan, Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Sebelum berangkat ke Jakarta empat siswa peneliti muda itu dikirim ke Kota Malang untuk mengikuti pembinaan intensif selama dua minggu. Pembinaan intensif sejatinya merupakan bimbingan khusus terhadap empat peneliti muda agar menguasai secara penuh terhadap materi penelitian yang telah dilakukan. Juga, mempelajari dan membekali teknik berkomunikasi yang baik saat menjawab pertanyaan pengunjung pada sesi pameran karya penelitian. Terlebih, membangun strategi yang efektif saat melakukan sesi presentasi di hadapan tim penilai, termasuk juga cara menjawab pertanyaan tim juri yang terkadang menjebak.

Dipanggilnya empat siswa peneliti ke Jakarta sebagai finalis OPSI 2024 menjaga tradisi tahunan SMAN 1 Sumenep sebagai satu-satunya SMA di Madura yang selalu mengikuti dan berhasil menjadi finalis OPSI. Pada gelaran OPSI tahun 2024 ini, SMAN 1 Sumenep merupakan satu-satunya SMA di Madura yang berhasil menembus final. Diundang ke Jakarta oleh panitia untuk melakukan pameran dan presentasi penelitian.

Peneliti muda asal SMAN 1 Sumenep berkumpul bersama puluhan tim peneliti dari seluruh wilayah Indonesia tingkat SMP dan SMA. Pada tahun ini, tercatat sebanyak 84 tim peneliti tingkat pelajar SMP, dan terdapat sebanyak 78 tim dari peneliti tingkat pelajar SMA berlomba untuk menjadi juara di bidang penelitian.

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) merupakan lomba penelitian kasta tertinggi yang diselenggarakan oleh Kemdikbud, ristek, dan Teknologi. Lomba ini diselenggarakan setiap tahun dan diikuti oleh seluruh pelajar tingkat SMP dan SMA se Indonesia. Setiap peserta mendaftar secara daring, kemudian mengirimkan naskah penelitian berupa makalah. Selanjut, makalah yang masuk ke panitia akan dinilai oleh tim penilai kemudian. Penelitian yang layak akan dipanggil ke Jakarta untuk presentasi dan pameran karya dihadapan tim penilai dan para pengunjung.

Pada sesi pameran karya seluruh finalis tampil di masing-masing stan dengan memakai baju daerah. Mereka mengenakan baju daerah sebagai identitas diri yang unik dan mengandung lokal wisdom. Sedangkan saat babak presentasi di hadapan tim penilai mereka mengenakan baju seragam sekolah masing-masing.

M. Hari Nurdi selaku koordinator riset di SMAN 1 Sumenep menanggapi atas keberhasilan anak bimbingannya.
“Alhamdulillah. Semoga prestasi ini bisa memberikan hasil terbaik bagi SMAN 1 Sumenep, Kota Keris, Madura, serta Provinsi Jawa Timur”. Demikian ungkap Pak Hari, biasa dipanggil, mengomentari keberhasilan peneliti muda asal SMAN 1 Sumenep dalam kontestasi riset siswa tingkat nasional.[Syafiuddin Syarif].

Leave a Comment